Syahyuti's Weblog

Berisi berbagai tulisan ilmiah syahYUTI tentang pertanian, sosiologi, agraria, dll

Lembaga dan Organisasi, serta Analisis Kelembagaan

Lembaga (Institution) dan Organisasi (Organization); serta Analisis Kelembagaan (Institutional Analysis) 

Lembaga dan organisasi emang bikin bingung. Baik diktat kuliah, buku, paper, bahkan sampai produk legislasi di Indonesia, ga pernah jelas apa beda lembaga dan organisasi. Kalo mau lebih jelas, ini sudah saya jelaskan di banyak paper-paper saya. InsyaAllah semua ada di internet. Cari aja di google, misalnya “syahyuti kelembagaan”, “syahyuti lembaga”, dll. 

Saya coba menjelaskan ini dengan berpedoman kepada bukunya Richard Scott (Stanford University, USA.) 2008. Institutions and Organizations. Third Edition. SAGE Publications, Inc. Saya kutip makna lembaga (institution) sebagaimana ia definisikan yaitu =   “….are composed of cultured-cognitive, normative, and regulative elements that, together with associated activities and resources, provide stability and meaning of social live”.  

Dari definisi ini terbaca, bahwa ada tiga hal yang mengarahkan, membentuk atau mempengaruhi perilaku manusia sehari-hari, yaitu norma, regulasi dan kultural kognitif nya si aktor. Siapa aktor? Individu dan ……………….organisasi. Jadi, organisasi adalah aktor. 

Bisa kah manusia menjalankan hidupnya tanpa organisasi? Bisa, sangat bisa. Karena lembaga cukup baginya untuk menjalankan hidup. Ini saya temukan berkali-kali di desa. Banyak desa yang ga punya organisasi apapun, tapi petaninya dapat tetap hidup, bernafas, dan bisa menjalankan usaha pertaniannya. Apa pedomannya? LEMBAGA.

 Apa sih sesungguhnya lembaga atau kelembagaan? Ini adalah ilmu yang menjelaskan mengapa manusia berperilaku begini atau begitu. Mengapa ada orang berrelasi dengan si anu tidak dengan si anu. Mengapa orang baik2 dengan si Polan1, berjarak sama si Polan2, dan berantem sama si Polan3. Hehe. 

Nah, organisasi juga niatnya sama. Orang membentuk organisasi, atau petani sengaja dimasukkan ke organisasi, biar perilakunya mudah diawasi. Terkontrol dan efektif. Siapa yang bilang begini? Ya tentu saja para “ahli organisasi”. 

Jadi brother, pada hakekatnya sama aja. Para ahli lembaga dan kelembagaan berkeyakinan bahwa untuk menjelaskan perilaku sekelompok manusia dan memahami perilakunya, maka gunakan komponen kelembagaan (yang 3 pilar tea). Sedangkan, menurut ahli organisasi, adalah melalui pengorganisasian secara formal. Lama-lama, diantara mereka timbul kesalingsepahaman, maka lahirlah NEW INSTITUTONALISM tersebut. 

Bapak ibu mau tahu peta pemikiran persoalan ini?  Saya juga udah buatkan petanya. Silahkan klik di sini: http://websyahyuti.blogspot.com/2011/11/peta-pemikiran-lembaga-institution-dan.html Silahkan didownload, diprint juga boleh, ……tapi jangan dikomersilkan ya. Kalau mau komersil bagi-bagi ya untungnya, hehe 

Kalau mau lebih jelas, Bapa Ibu Rekan bisa baca di buku saya ini: “Syahyuti. Gampang-Gampang Susah Mengorganisasikan Petani.  Penerbit: IPB Press Tahun: 2012”. Sekalian promosi, daftar Isi buku ini adalah sbb.: 

Bab I. Pendahuluan  

Bab II. REKONSEPTUALISASI TEORI LEMBAGA DAN ORGANISASI  

2.1. Ketidakkonsistenan konsep di level akademisi

2.2. Ketidakkonsistenan Istilah dalam Produk Legislasi Pemerintah

2.3. Perumusan istilah dan rekonseptualisasi “lembaga dan organisasi” yang lebih operasional

2.4. Pendekatan Kelembagaan Baru

2.5. Konsep dan Teori Organisasi, serta Interaksinya dengan Kelembagaan

Bab III. Kondisi dan Praktek Pengembangan Organisasi Petani  

3.1. Strategi  dan Pola Pengembangan Organisasi Petani di Indonesia

3.2. Intervensi negara berupa organisasi formal dan ”perlawanan” petani.

3.3. Pengaruh Kultur Pasar Dalam Pembentukan Organisasi Petani

3.4. Lokalitas dan Kemandirian

3.5. Organisasi untuk Pemenuhan Permodalan

3.6. Organisasi untuk menjalankan pemasaran

3.7. Penyuluhan untuk Membentuk dan Menggerakkan Organisasi

3.8. Pengorganisasian Petani untuk Kegiatan Anti Kemiskinan

3.9. Mengorganisasikan Perempuan Petani

Bab IV. KUNCI-KUNCI PENGEMBANGAN ORGANISASI PETANI 

4.1. Faktor Waktu serta Pilihan Organisasi dan Konfigurasi Organisasi

4.2. Pengembangan Gapoktan sebagai Intergroup Associaton

4.3. Koperasi sebagai Organisasi Multiperan Untuk Petani Kecil

4.4. Berbagai pertimbangan yang digunakan petani untuk berpartisipasi dalam organisasi formal

4.5. Kepemimpinan: Dilema Antara Aktor Versus Organisasi

4.6. Partisipasi dan Peran Pihak luar

4.7. Mitos tentang Bantuan Uang

4.8. Organisasi dan Social Capital

4.9. Pengorganisasian sebagai Upaya Pemberdayaan

4.10. Organisasi untuk Menjalankan Tindakan kolektif

4.11. Efektivitas Sanksi dalam Organisasi

Bab V PENGEMBANGAN ORGANISASI PETANI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KELEMBAGAAN BARU

5.1. Konfigurasi dan Pilihan yang Dihadapi Petani dalam menjalankan Usaha Pertanian

5.2. Langkah-Langkah  dan Prinsip Pembentukan dan Pengembangan Organisasi Petani

5.3. Organisasi Hanyalah Alat, Bukan Tujuan

5.4. Pengembangan Teori dan Praktek Lembaga dan Organisasi dalam Kerangka Ilmu Sosial

Daftar Pustaka

 

Kekeliruan yang sering terjadi selama ini adalah: 

  1. Menyebut “lembaga” sama      dengan “organisasi”
  2. Menganggap      dengan membuat organisasi telah menyelesaikan masalah kelembagaan. Ini yang sering dilakukan      birokrat. Maka, yang disebut dengan penguatan kelembagaan pertanian      misalnya adalah dengan “ganti menteri”, atau tambahin Dirjend baru. Ini      baru struktur Bro. Baru organisasi nya doang.
  3. Menganggap      dengan mempelajari organisasi      telah melakukan      analisis kelembagaan.      Ini yang selalu dilakukan di kampus-kampus oleh mahasiswa S1, S2 dan S3.      Kalau mau lihat yang beda, boleh lihat disertasi saya. Kayanya di website      UI ada versi lengkapnya, coba aja cari.  
  4. Kajian      kelembagaan biasanya hanya meneliti kebijakan-kebijakan saja. Belum termasuk aspek normatif dan      kultural kognitif. Masih jauh.

Karena kekacauan ini, maka saya lakukan Rekonseptualisasi “Lembaga” dan “Organisasi”. Begini semestinya lembaga, kelembagaan, organisasi dan keorganisasian kudu didefinisikan. 

In English

Biasa diterjemahkan menjadi

Terminologi semestinya

Batasan dan materinya

1. institution

Kelembagaan, institusi

Lembaga

norma, regulasi, pengetahuan-kultural. Menjadi pedoman dalam berperilaku aktor

2. institutional

Kelembagaan, institusi

Kelembagaan

Hal-hal berkenaan dengan lembaga.

3. organization

Organisasi, lembaga

Organisasi

social group, yg sengaja dibentuk, punya anggota, utk mencapai   tujuan tertentu, aturan dinyatakan tegas. (kelompok tani, koperasi, Gapoktan)

4. organizational

Keorganisasian, kelembagaan

Keorganisasian

Hal-hal berkenaan dengan organisasi   (struktur org, anggota, kepemimpinannya, manajemennya, dll).

Jadi, ibarat akuarium, maka lembaga itu adalah airnya, sedangkan organisasi adalah ikannya. Ikan yang berbeda butuh air yang berbeda, ya kan? Ikan air tawar ga bisa pakai air laut. Nah, jika kita mau memasukkan satu jenis ikan liat-liat dulu lah airnya bagaimana. Inilah yang disebut dengan “analisis kelembagaan” nya. Menganalisis airnya. 

Salah

Benar

Kelembagaan   petani

Organisasi   petani, organisasi milik petani

Lembaga kelompok tani,    lembaga   Gapoktan, lembaga koperasi

Organisasi kelompok tani,   organisasi Gapoktan,  organisasi   koperasi

Mengembangkan kelembagaan permodalan petani

Mengorganisasikan petani dalam pemenuhan permodalan

Menurut paham Kelembagaan Baru (New Institutionalism) dalam soiologi,  maka ada 3 pilar dalam lembaga (kelembagaan), sbb.: 

1.Regulative pillar

v  “rules define relationship among role”

v  rule setting, monitoring, sanksi

v  kapasitas untuk menegakkan aturan

v  reward and punishment

v  melalui mekanisme informal (folkways) dan formal   (polisi, pengeadilan)

v  represi, constraint, dan meng-empower aktor

2.Normative pillar

v  norma   menghasilkan preskripsi (=lebih dari antisipasi dan prediksi), evaluatif, dan   tanggung jawab

v  mencakup:   value (= prefered and   desirable) dan norm (how   things should be done)

v  Gunanya   agar tahu apa goal dan objectives kita, dan cara mencapainya

v  meng-constraint   dan meng-empower aktor

3.Cultural-cognitive pillar

v  Intinya   meaning

v  Konsep   bersama tentang kehidupan sosial dan kerangka dimana makna-makna diproduksi

v  Sedimentasi   makna dan kristalisasi makna dalam bentuk objektif

v  Berisi   proses interpretatif internal yang dibentuk oleh kerangka kultural eksternal

v  Situation   shared secara kolektif

v  Bersifat   individual dan variatif

v  Culture   = what is and what should be

Berkenaan dengan organisasi, perlu digarisbawahi beberapa konsep berikut, yang cilakanya selama ini selalu dilabel dengan “kelembagaan” pula. Oo, betapa kacaunya.

 1. Individual      organization? Anggotanya individu.  Misal kelompok tani, koperasi. Aspek      kepemimpinan, keanggotaan, manajemen, keuangan organisasi, dll.

2. Second      level organization / interorganization?      Anggotanya ind org. Misal Gapoktan

3. Supporting      organization? Misal Pemda, penyuluh, dll

4. Inter      relation organization? Misal relasi antar kelompok tani, relasi      vertikal, dll.

 

Jika saudara mau melakukan “analisis untuk organisasi”, maka lebih kurang bisa dengan mempelajari bagian-bagian berikut. Sekali lagi, inipun selama ini sering pula dikalim sebagai analisis kelembagaan.

Pedoman singkat untuk menilai sebuah organisasi (Short Guide for Organizational Assessment):

  1. Bagaimana Kinerja      organisasi (Organizational Performance) ?
  2. Bagaimana Kemampuan      organisasi tumbuh di lingkungannya (The Enabling Environment and      Organizational Performance) ?
  3. Bagaimana Motivasi      organisasi (Organizational Motivation) ?
  4. Bagaimana Kapasitas      Organisasi (Organizational Capacity) ?

Jadi, mempelajari organisasi jelas lebih mudah, dibandingkan mempelajari kelembagaan. Untuk memahami kelembagaan kita kudu lebih banyak informasinya, lebih lama di lapangannya. Wawancaranya juga kudu mendalam pisan. Metodenya bisa beda banget.

Berikut contoh analisis Kelembagaan:

Misalnya adalah Analisis kelembagaan (Institutional Analysis) Penyuluhan Pertanian di Indonesia. Ini lah objek dan pertanyaan harus digali jika kita melakukan Analisis Kelembagaan Penyuluhan Pertanian: 

Aspek

Objek nya

Analisis kelembagaan

1.  Aspek regulatif

UU no 16 tahun 2006 merupakan pedoman

Apakah UU ini diterapkan, dijadikan pedoman, diterima, ditolak? Bagian   mana yg diterima, kenapa?

 

Permentan No. 61 Tahun 2008 ttg    Pedoman Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya

Dan Penuyuh Pertanian Swasta

Persepsi penyuluh dan pihak   lain terhadap aturan ini? Realisasi dan kendalanya bagaimana?

 

Peraturan daerah Pemda   ttg penganggaran dan pengorganisasian

Kajian kebijakan,  konsistensi nya dengan UU di atasnya,   bagaimana realisasinya? Dll.

 

Pedoman untuk   manajemen kerja penyuluh

Apakah pedoman   dijalankan, apa  masalahnya, bagaimana   konsistensinya dengan teori dan kebijakan di atasnya?

2.  Aspek normatif

Norma-norma kerja pada   tenaga penyuluh

Bagaimana penyuluh   memandang pekerjaannya, apakah sesuatu yang baik atau tidak? Pakah mereka   bangga menjadi penyuluh?

 

Persepsi ttg peran   penyuluh dalam pembangunan pedesaan

Apakah penyuluhan   pertanian harus? Adakah opsi lain? Apakah metodenya masih efektif?

 

Nilai-nilai atau adab   dalam komunikasi yang diterapkan

Apakah komunikasi   menunjukkan dominansi, pemaksaan? Apakah itu boleh? Baik?

 

Nilai-nilai dalam   materi penyuluhan

Apakah memberikan   materi yang sesuai dengan etika petani?

3.  Aspek kultural kognitif

Pengetahuan pengambil   kebijakan ttg kegiatan penyuluhan

Bagaimana tingkat   pengetahuan pengambil kebijakan tentang konsep dan teori penyuluhan? Apa   agenda tersembunyi di belakangnya?

 

Pengetahuan tenaga   penyuluh tentang kebijakan,    organisasi, dan metode penyuluhan

Bagaimana pengetahuan   dan persepsi tenaga penyuluh (tua, muda, laki-laki, perempuan) ttg kegiatan   penyuluhan? Bagaimana dan mengapa persepsi    itu terbentuk?

 

Pengetahuan petani   tentang kegiatan penyuluhan, pembangunan pertanian, dll

Apa pengetahuan petani   ttg kegiatan penyuluhan?  Apakah perlu   atau tidak? Apa latar sosial ekonomi sehingga itu terbentuk?

 

Pengetahuan petani   tentang materi penyuluhan

Bagaimana persepsi   petani tentang materi yang disampaikan? Sesuai dengan kebutuhan petani atau   tidak? Bagaimana itu terbentuk? Bagaimana persepsi petani dapat menjadi feed   back?

 

Ketiga matrik di atas adalah baru untuk memahami aspek kelembagaannya saja, sesuai dengan 3 pilar. Nah, khusus untuk Analisis Keorganisasian Penyuluhan-nya, maka objek dan pertanyaan yanga kudu digali sekurangnya adalah sbb.: 

Aspek

Objeknya

Analisis kelembagaan

Aspek keorganisasian

Struktur   keorganisasian pelaksana penyuluhan

Organisasi apa saja   yang terlibat dari atas sampai bawah? Pusluh,    Badan Penyuluhan Pemda, perguruan tinggi, NGO?

 

Kinerja organisasi

Bagaimana kinerja   organisasi penyuluhan yg eksis? Kuat, atau lemah? Dimana dan kenapa?

 

Kapasitas organisasi penyuluhan

Bagaimana kemampuan   BPP menjalankan penyuluhan? Apakah Gapoktan mampu membantu nya? Mengapa?

 

Kondisi dan kinerja organisasi   petani

Apa saja organisasi   petani yang eksis? Apa perannya? Mengapa demikian? Bagaimana agar bisa   membantu penyuluhan?  Perlu kah bentuk   baru

 

Hubungan antar   organisasi

Bagaimana relasi antar   organisasi? Adakah  dominansi ataukah   demokratis? Relasi horizontal dan vertikal? Integrasi dan koordinasinya   bagaimana?

Nah brother, dengan penjelasan kaya gini, mudah-mudahan ga pada lieur, pebeuleut deui, atawa confuse lagi tentang apa itu lembaga, apa itu organisasi, dan bagaimana pula itu analisis kelembagaan. Mudah-mudahan berguna ya. Salam hangat, ……………….. dan tetap semangat!

********

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: